Rabu, 16 Maret 2011

tugas perekonomian indonesia minggu 4

                                
NAMA  :FADILAH NUR
KLS     :1EB18
NPM    :22210483




                    DATA PERTUMBUHAN EKONOMI PEMERINTAHAN




       Banyak negara telah mencoba menghabiskan diri menjadi kemakmuran - seperti Yunani. The multiplier Keynesian tampaknya menjadi salah satu dari ide-ide yang selalu bekerja lebih baik dalam teori daripada praktek. Kedua Lyndon B. Johnson, seorang Demokrat, dan Richard M. Nixon, seorang Republikan, mencoba-opsi peningkatan belanja pemerintah. Dan apa itu bisa kita tetapi inflasi dan pertumbuhan yang lambat?
      Data BPS  memainkan peran penting dalam memantau dan mengevaluasi kinerja pemerintah. Ambil contoh target kuantitatif yang disebutkan dalam RPJM, seperti penentuan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh kurang dari 7,0 persen per tahun sehingga tingkat pengangguran akan mencapai sekitar 5,1 persen pada 2009. Data Pengangguran juga dihitung oleh BPS. Contoh lain dari target tersebut angka partisipasi sekolah antara usia 7-12 tahun - yang harus 99,6 persen, hidup expectancyâ € "yang harus 70,6 tahun, dan tingkat kemiskinan, dimana Pemerintah telah merencanakan untuk mengurangi menjadi 8,2 persen pada tahun 2009 . Ini semua adalah proyeksi yang dibuat oleh BPS. Secara global, pemerintah telah mematuhi dengan Deklarasi Milenium, yang merupakan komitmen di antara sejumlah besar negara berkembang dan negara maju untuk mencapai tujuan tertentu pembangunan sosial. The declarationâ € ™ s target operasional dan tujuan dibuat eksplisit dalam Millenium Development Goals (MDGs). Indonesia dan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam upaya MDG telah menyatakan dua puluh lima tahun rencana pencapaian, yang akan berakhir pada tahun 2015. BPS bertanggung jawab untuk memberikan informasi statistik.
      Data statistik yang dikumpulkan melalui survei sensus dan sampling. Metode pengambilan sampel yang dipilih adalah salah satu yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota populasi, untuk mencegah bias dalam estimasi didasarkan pada populasi sampel yang dipilih. Untuk tujuan ini, Sampling Frames diperlukan. BPS memiliki empat jenis Sampling Frame (KCI), kerangka sampling yaitu untuk rumah tangga (KCIRT), kerangka sampling frame untuk penelitian pertanian (KCI-TAN), kerangka sampling untuk usaha mikro dan kecil (KCI-UKM), dan sampling untuk usaha menengah dan skala besar (KCI-UMB), yang perlu diperbarui secara berkala.

     

    



Selasa, 08 Maret 2011

tugas perekonomian indonesia minggu ke 3

NAMA : FADILAH NUR I
NPM : 22210483
KLS : 1EB18

A. pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi
B. pertumbuhan ekonomi selama orde baru hingga saat ini
C. faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi indonesi
D. perubahan struktur ekonomi
  
A. pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi      
     
         Pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi dapat diukur dengan tingkat pendapatan nasional perkapita. Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi termasuk salah satu sasaran yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi., 
       Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai.

B. pertumbuhan ekonomi selama orde baru hingga saat ini
    
Melihat kondisi pembangunan ekonomi Indonesia selama pemerintahan orde baru (sebelum krisis ekonomi 1997)dapat dikatakan bahwa Indonesia sudah mengalami suatu proses pembangunan ekonomi yang sepektakuler, paling tidak pada tingkat makro . Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlah indicator ekonomi makro. Yang umum digunakan adalah tingkat PN perkapita dan laju pertumbuhan PDB pertahun. Pada tahun 1968 PN per kapita masih sangat rendah, hanya sekitar US$60.
Namun, sejak pelita 1 dimulai PN Indonesia perkapita mengalami peningkatan relatif tinggi setiap tahun dan pada akhir dekade 1980-an telah mendekati US$500. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan PDB rata-rata pertahun juga tinggi 7%-8% selama 1970-an dan turunke 3%-4% pertahun selama 1980-an. Selama 70-an dan 80-an, proses yang cukup serius, yang terutama disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, seprti merosotnya harga miyak mentah di pasar internasional menjelang pertengahan 1980-an dan resensi ekonomi dunia pada decade yang sama. Karena Indonesia sejak pemerintahan orde baru menganut system ekonomi terbuka.
Selain faktor harga, ekspor Indonesia, baik komoditas primer maupun barang-barang industri maju, seperti AS, jepang, dan eropa barat yang merupahkan pasar penting ekspor indonesia. Dampak negative dari resensi ekonomi dunia tahun 1982 terhadap perekonomian Indonesia terutama terasa dalam laju perumbuhan ekonomi selama 1982- 1988 jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Karena pengalaman menujukan bahwa biasanya resensi ekonomi dunialebih mengakibatkan permintaan dunia berkurang terhadap bahan-bahan baku ( yang sebagian besar di ekspor oleh NSB) daripada permintaan terhadap barang-baraang konsumsi, seperti alat-alat rumah tangga dari elektronik dan mobil (yang pada umumnya adalah ekspor Negara-negara maju).
Pada saat krisis ekonomimencapai klimaksnya, yakni tahun 1998, laju pertumbuhan PDB jatuh dratis hingga 13,1%. Namun, pada tahun 1999 kembali positif walaupun kecil sekitar 0,8% dan tahun 2000 ekonomi Indonesia sampai mengalami laju pertumbuhan yang tinggi hampir mencapai 5%. Namun, tahun 2001 laju pertumbuhan ekonomi kembali menurun  hinngga 3.8% disebabkan  gejolak politik yang sempat memanas kembali dan pada tahun 2007 laju pertumbuhan tercatat sedikit diatas 6%.
Antara tahun 1990 hingga setahun menjelang krisis ekonomi, ekonomi indonesia tumbuh rata-rata pertahun diatas 8%. Kemajuan yang dicapai oleh cina dan india memang sangat menakjubkan. Pada awal dekade 90-an, pertumbuhan ekonomi dikedua Negara besar tersebut masing-masing tercatat hanya 3,8% dan 5,3%. Namun, pada pertengahan dekade 90-an, pertumbuhan kedua Negara itu sudahmenyamai bahkan melewati persentasi Indonesia. Dari sejumlah Negara ASEAN yang juga dihantam oleh krisis 1997/98, Indonesia memang paling parah dengan pertumbuhan negative hingga 13,1%,disusul kemudian oleh Thailand dengan -10,5%dan Malaysia-7,4%. Namun, yang menakjubkan dari kedua Negara tersebut setahunsetelah itu ekonomi mereka mengalami pulih lebih cepat dibandingkan ekonomi Indonesia yang hanya 0,8%.
Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik setelah 1998 tercerminkan pada peningkatanPDB perkapita atas dasar harga berlaku tercatatsekitar 4,8 juta rupiah. Tahun 1999 naik menjadi 5,4 juta rupiah dan berlangsung sehingga mencapai sekitar 10,6 juta rupiah tahun 2004, perkapita Indonesia pada tahun 2006 mencapai 1420 dalar AS, di atas india, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan china.
Tahun 1998, sebagai akibat dari krisis ekonomi, semua komponen pengeluaran mengalami penurunan, terkecuali X, yang maengakibatkan kontraksi AD sekitar 13%. Sedangkan perkembangan X bias bertahan positif selama masa krisis terutama, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Komponen AD yang paling besar penurunannya selama 1998 adalah pembentukan modal bruto (investasi) yang merosot sekitar 33,01% dibandingkan kontraksi dari pengeluara konsumsi swasta (rumah tangga) sebesar 6,40% dan pengeluaran pemerintah sekitar 15,37%.besarnya penurunan investasi tersebut juga kelihatan jelas dari penurunan persentasenya terhadap PDB pada tahun 2000 pertumbuhan investasi (tidak termasuk perubahan stok) sempat mencapai hampir 18%, namun setelah itu merosot terus hingga negative pada tahun 2002.
Dua factor terakhir ini didorong terutama oleh kondisi social, spolitik ,keamanan dan penegakan hukum yang buruk. Sedangkan dari ekspor meningkat karena memang depresiasi rupiah terhadap dolar As waktu itu membuat sebagian produk Indonesia, khususnya perkebunan, mengalami peningkatan daya saing harga.
  C. faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi indonesia
          
         Bebeapa faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi indonesia yaitu,prediksi harga komoditas serta kapasitas yang memungkinkan pertumbuhan volume produksi,dari sisi harga,fluktuasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini rasanya mempersulit upaya untuk melakukan prodiksi tersebut,namun,dengan dsemakin kuatnya pemulihan ekonomi global,rasanya harga komoditas dunia akan meningkat,sementara itu hasil  penanaman beberapa tahun yang lalu akan meningkatkan volume produksi karet dan minyak sawit lebih lanjut.

 D. perubahan struktur ekonomi
        Yang dimaksud dengan struktur perekonomian ialah komposisi peranan masing-masing sektor dalam perekonomian baik menurut lapangan usaha maupun pembagian sektoral ke dalam sektor primer, sekunder dan tersier. 
       Berikut ini ada beberapa  faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain :
  • Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah
  •  Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
  • Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
  • Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan
  •  Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
  •  Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus
  • Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan
  •  Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor

Rabu, 02 Maret 2011

tugas perekonomian indonesia minggu 1&2

NAMA :FADILAH NUR I
NPM :22210483
KLS :1EB18


PEREKONOMIAN INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAHN INDONESIA BERSATU

Dari informasi yang saya baca dari beberapa sumber, bahwa perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan Indonesia Bersatu yang dipimpin oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono cukup mengalami kenaikan, dibandingkan pada masa-masa pemerintahan yang sebelumya.
Hal ini dikarenakan pada saat negara-negara lain mengalami "MUSIM DINGIN EKONOMI", Indonesia sepertinya bisa mengatasi badai ini dengan lebih baik. Namun, turunnya bursa saham dan melemahnya mata uang rupiah menunjukkan bahwa Indonesia memang tidak bisa menghindar sepenuhnya dari krisis keuangan dunia. Begitu pula banyaknya bencana alam yang sering terjadi di Indonesia pada masa pemerintahan SBY telah membuat perekonomian Indonesia yang seharusnya telah meningkat, justru menjadi menurun. Hal ini mengakibatkan pemerintah harus turun tangan untuk membantu masyarakat yang telah tertimpa bencana. Selain itu, meningkatnya tingkat korupsi di Indonesia, juga membuat kondisi perekonomian Indonesia saat ini kurang meningkat.

Masa pemerintahan Indonesia Bersatu dibagi menjadi 2 periode, yaitu :

1. Pada masa pemerintahan SBY- JK (periode 2004 – 2009)dan
2. Pada masa pemerintahan SBY- Budiono


1. Pada masa pemerintahan SBY- JK (periode 2004 – 2009
Kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik dan terkendali setelah 2 tahun masa pemerintahan SBY. Sedikit demi sedikit dana subsidi migas ditarik oleh pemerintah mulai dari bensin, solar, kemudian minyak tanah yang selama ini membebani pemerintah. Pemerintah cenderung menyerahkan harga barang pada mekanisme pasar. Interaksi ekonomi domestiknya berwawasan internasional dan mengikuti sistem ekonomi internasional. Secara ekonomi memang menunjukkan kondisi membaik, namun rakyat Indonesia masih banyak yang miskin, pengangguran belum bisa diatasi pemerintah, nilai rupiah masih sekitar 9.000-an per 1 US$, kemampuan daya beli masyarakat Indonesia masih rendah, korupsi masih tinggi tercatat Indonesia termasuk dalam peringkat kelima negara terkorup di dunia.

Kelebihan pemerintahan Yudhoyono sepanjang 5 tahun berkuasa adalah kemampuannya membalikkan kondisi dari penurunan apresiasi publik menjadi peningkatan yang terjadi secara drastis hanya satu tahun terakhir masa kekuasaannya. Bidang perekonomian memang menjadi batu ujian bagi kinerja pemerintahan. Data makro, seperti pertumbuhan ekonomi, apabila di periode 3 bulan terakhir pada tahun 2004 sempat tercatat 6,4 persen, pada bulan-bulan berikutnya melorot ke angka 4,6%. Sementara itu, jumlah penduduk miskin pada tahun pertama pemerintahan tercatat 36,1 juta jiwa atau 16,6 %, sempat meningkat menjadi 17,8 % pada tahun 2006. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga tahun 2009 hanya mampu mencapai poin 4,2 %.

2. Pada masa pemerintahan SBY- Budiono

Secara umum, perekonomian Indonesia pada tahun 2010 menunjukkan prestasi yang cukup baik. Sebagai negara yang mampu mencapai pertumbuhan positif selama masa krisis finansial global, Indonesia semakin mendapat kepercayaan di mata dunia Internasional. Hal ini terbukti dari meningkatnya peringkat Indonesia pada Global Competitiveness Index 2010-2011 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum. Indonesia berhasil meraih peringkat 44, naik 10 peringkat dibandingkan pada tahun 2009. Peringkat layak investasi Indonesia menurut S&P juga mengalami peningkatan dari BB menjadi BBB. Kenaikan peringkat layak investasi ini menunjukkan semakin dipercayanya pasar modal Indonesia di mata dunia.
Indikator makroekonomi Indonesia selama tahun 2010 menunjukkan adanya perbaikan perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil melaju pada tingkat 6,1%, sedangkan tingkat inflasi hingga November berhasil ditahan pada level 6,33%. Hal ini didukung oleh rendahnya tingkat suku bunga BI yang dipertahankan pada level 6,5%. Rendahnya tingkat suku bunga acuan ini menyebabkan sektor kredit mengalami peningkatan tajam sehingga sukses memompa pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pertumbuhan kredit yang hingga bulan oktober mencapai 19,3%.

berikut ini ada 2 ada dua perkerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah,Untuk menatap 2011 dengan optimismis,, yaitu :

• Perbaikan Infrastruktur
Perbaikan infrastruktur menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
• Kualitas pertumbuhan ekonomi
Salah satunya caranya adalah dengan memperkuat kembali industri nasional, terutama di sektor manufaktur dan agroindustri.