NAMA :
FADILAH NUR ISFAHANY
NPM :
22210483
CLASS
: 4 EB 22
I
PERENCANAAN
DAN KENDALI MANAJEMEN
Persaingan global
yang terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi terus-menerus secara
signifikan mengubah ruang lingkup usaha dan ketentuan pelaporan internal.
Pengurangan dalam hambatan perdagangan nasional secara terus-menerus, mata uang
yang mengambang, risiko kedaulatan, pembatasan terhadap pengirim dana lintas
batas nasional, perbedaan dalam sistem pajak nasional, perbedaan tingkat suku
bunga dan pengaruh harga komoditas dan ekuitas yang berubah-ubah terhadap
aktiva, laba, dan biaya modal perusahaan merupakan variabel yang memperumit
keputusan manajemen. Pada saat yang bersamaan, perkembangan seperti Internet,
konferensi video, dan transfer elektronik mengubah ekonomi produksi,
distribusi, dan pendanaan. Persaingan global dan cepatnya penyebaran informasi
mendukung semakin sempitnya perbedaan nasional dalam praktik akuntansi
manajemen. Tekanan tambahan mencakup antara lain perubahan pasar dan teknologi,
pertumbuhan privatisasi, insentif biaya, dan kinerja, serta koordinasi operasi
global melalui usaha patungan (joint ventures) dan kaitan strategic lainnya.
Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan multinasional untuk tidak hanya
menerapkan teknik akuntansi internal yang dapat dibandingkan, tetapi juga
menggunakan teknik-teknik ini dengan cara yang sama.
II
2.1 TRANSLASI
MATA UANG ASING
Perkembangan Akuntansi
Translasi pada Translasi Mata Uang Asing
Praktik akuntansi translasi
telah berkembanga dari waktu ke waktu sebagai jawaban atas kompleksitas operasi
multinasional yang meningkat dan perubahan sistem moneter internasional. Untuk
memberikan beberapa sudut pandang sejarah terhadap status akuntansi translasi
yang ada sekarang, berikut ini narasi singkat mengenai inisiatif pelaporan
keuangan di Amerika Serikat yang mewakili pengalaman di negara-negara lain.
Sebelum 1965
Accounting Research Bulletin (ARB) NO. 4 kemudian diperbaharui dengan ARB NO. 43 mendorong penggunaan metode kini-non kini. Keuntungan atau kerugian transaksi langsung dimasukan kedalam laba. Keuntungan atau kerugian transaksi bersih disaling hapuskan selama periode berjalan. Sedangkan untuk kerugian transaksi bersih ditangguhkan dalam penundaan neraca dan digunakan untuk menghapuskan kerugian translasi pada masa mendatang.
1965 - 1975
Bab 12 ARB No 43 memperbolehkan pengecualian tertentu atas metode kini-non kini dalam keadaan tertentu. Persediaan dapat ditranslasikaan berdasarkan kurs historis. Utang jangka panjang yang timbul karena pembelian aktiva jangka panjang dapat ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Setiap perbedaan akuntansi yang disebabkan oleh penyajian ulang utang diberlakukan sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva. Mentranslasikan seluruh utang dan piutang dalam mata uang asing berdasarkan kurs kini diperbolehkan setelah Accounting Principle Board Opinion No. 6 dikeluarkan pada tahun 1965.
1975 - 1981
FASB mengeluarkan FAS No.8 yang kontroversial pada tahun 1975, mengubah praktik di AS dan praktik sejumlah perusahaan asing yang menggunakan GAAP AS karena mengharuskan penggunaan metode translasi temporal. Penangguhan keuntungan dan kerugian translasi tidak diperbolehkan lagi dan harus diakui dalam laba selama periode perubaahan
kurs nilai tukar.
Reaksi perusahaan terhadap FAS No. 8 beraneka ragam. Beberapa pihak mendukung dasar teori yang digunakan, sedangkan yang lain mengecam karena distorsi yang dapat ditimbulkan dalam laba perusahaan yang dilaporkan. FAS No.8 menyebabkan hasil akuntansi yang tidak
sesuai dengan kenyataan ekonomi. Pengaruh yo-yo FAS No.8 terhadap laba perusahaan menimbulkan perhatian di kalangan eksekutif sejumlah perusahaan yang dilaporkan akan terlihat lebih fluktuatif bila dibandingkan dengan laba perusahaan domestik dan dengan demikian akan menekan harga saham perusahaan,.multinasional.Mereka mengkhawatirkan laba perusahaan yang dilaporkan akan terlihat lebih fluktuatif bila dibandingkan dengan laba perusahaan domestik dan dengan demikian akan menekan harga saham perusahaan,.
1981 - hingga kini
FASB mempertimbangkan kembali FAS no 8 dan setelah melalui banyak pertemuan publik dan dua draft sementara, menerbitkan Statement Of Financial Accounting Standars No.52 pada tahun 1981.
Sebelum 1965
Accounting Research Bulletin (ARB) NO. 4 kemudian diperbaharui dengan ARB NO. 43 mendorong penggunaan metode kini-non kini. Keuntungan atau kerugian transaksi langsung dimasukan kedalam laba. Keuntungan atau kerugian transaksi bersih disaling hapuskan selama periode berjalan. Sedangkan untuk kerugian transaksi bersih ditangguhkan dalam penundaan neraca dan digunakan untuk menghapuskan kerugian translasi pada masa mendatang.
1965 - 1975
Bab 12 ARB No 43 memperbolehkan pengecualian tertentu atas metode kini-non kini dalam keadaan tertentu. Persediaan dapat ditranslasikaan berdasarkan kurs historis. Utang jangka panjang yang timbul karena pembelian aktiva jangka panjang dapat ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Setiap perbedaan akuntansi yang disebabkan oleh penyajian ulang utang diberlakukan sebagai bagian dari biaya perolehan aktiva. Mentranslasikan seluruh utang dan piutang dalam mata uang asing berdasarkan kurs kini diperbolehkan setelah Accounting Principle Board Opinion No. 6 dikeluarkan pada tahun 1965.
1975 - 1981
FASB mengeluarkan FAS No.8 yang kontroversial pada tahun 1975, mengubah praktik di AS dan praktik sejumlah perusahaan asing yang menggunakan GAAP AS karena mengharuskan penggunaan metode translasi temporal. Penangguhan keuntungan dan kerugian translasi tidak diperbolehkan lagi dan harus diakui dalam laba selama periode perubaahan
kurs nilai tukar.
Reaksi perusahaan terhadap FAS No. 8 beraneka ragam. Beberapa pihak mendukung dasar teori yang digunakan, sedangkan yang lain mengecam karena distorsi yang dapat ditimbulkan dalam laba perusahaan yang dilaporkan. FAS No.8 menyebabkan hasil akuntansi yang tidak
sesuai dengan kenyataan ekonomi. Pengaruh yo-yo FAS No.8 terhadap laba perusahaan menimbulkan perhatian di kalangan eksekutif sejumlah perusahaan yang dilaporkan akan terlihat lebih fluktuatif bila dibandingkan dengan laba perusahaan domestik dan dengan demikian akan menekan harga saham perusahaan,.multinasional.Mereka mengkhawatirkan laba perusahaan yang dilaporkan akan terlihat lebih fluktuatif bila dibandingkan dengan laba perusahaan domestik dan dengan demikian akan menekan harga saham perusahaan,.
1981 - hingga kini
FASB mempertimbangkan kembali FAS no 8 dan setelah melalui banyak pertemuan publik dan dua draft sementara, menerbitkan Statement Of Financial Accounting Standars No.52 pada tahun 1981.
2.2 ALASAN-ALASAN
UNTUK MELAKUKAN TRANSLASI
Perusahaan dengan operasi luar
negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan
para pembaca laporan keuangan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas
operasi perusahaan baik domestic dan luar negeri. Laporan keuangan anak
perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang
dengan mata uang induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan
dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi.
Kurs nilai tukar variable yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode yang lain sulit dilakukan. Suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan juga berubah.
2.3 LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Kurs nilai tukar variable yang digabungkan dengan berbagai macam metode translasi yang dapat digunakan dan perbedaan perlakuan atas keuntungan dan kerugian translasi, membuat perbandingan hasil keuangan satu perusahaan dengan perusahaan lain atau perbandingan hasil suatu perusahaan yang sama dari satu periode ke periode yang lain sulit dilakukan. Suatu aktiva dan kewajiban mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang jika suatu perubahan kurs nilai tukar mata uang menyebabkan mata uang induk perusahaan juga berubah.
2.3 LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Translasi tidak sama dengan
konversi yang adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang yang lain
secara fisik. Translasi hanyalah perubahan satuan unit moneter, seperti hanya
sebuah neraca yang dinyatakan dalam IDR disajikan ulang dalam nilai ekuivalen
Dollar AS.Transaksi mata uang asing terjadi di pasar spot, forward, atau swap.
Kurs pasar spot dipengaruhi oleh banyak factor, termasuk perbedaan tingkat
inflasi antarnegara, perbedaan suku bunga nasional dan eksploitasi terhadap
arah nilai tukar di masa mendatang. Kurs nilai tukar pasar spot dapat
dinyatakan langsung atau tidak langsung. Transaksi pada pasar forward adalah
perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu mata usang dengan jumlah tertentu
ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di masa depan. Kuotasi pada pasar
forward dinyatakan dengan diskonto atau premium dari kurs spot. Transaksi swap
melibatkan permbelian spontan penjualan forward atas suatu mata uang secara
bersamaan. Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil
keuntungan dari tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing.
2.4 PERMASALAHAN
Jika kurs nilai tukar relative stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metrik. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang Negara-negara industri maju menemukan nilainya secara bebas dalam pasar mata uang. Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.
PENGARUH ALTERNATIF KURS TRANSLASI TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic.
TRANSAKSI MATA UANG ASING
Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.
PERSPEKTIF TRANSAKSI TUNGGAL
Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.
PERSPEKTIF DUA TRANSAKSI
Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi: (1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antarperusahaan jangka panjang tertentu dan (2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.
TRANSLASI MATA UANG ASING
Metode translasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic atau metode yang menggunakan berbagai macam kurs.
1. Metode Kurs Tunggal
Metode ini sudah lama popular di Eropa, menerapkan suatu kurs nilai tukar, yaitu kurs terkini dan kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancer. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat pos-pos tersebut diakui. Namun demikian untuk memudahkan pos-pos ini umumnya ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Laporan keuangan sebuah operasi asing memiliki domisili pelaporannya sendiri, lingkungan mata uang local di mana perusahaan afiliasi asing melakukan usahanya. Suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang asing jika ekuivalen dalam mata uang digunakan untuk mentranslasikan aktiva atau kewajiban tersebut.
2. Metode Kurs Berganda
Metode Kurs Berganda menggabungkan kurs nilai tukar histories dan kurs nilai tukar kini dalam proses translasi.
3. Metode Kini-Nonkini
Berdasarkan Metode Kini-Non Kini, aktiva lancar dan kewajiban lancer anak perusahaan luar negeri ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaannya berdasarkan kurs kini. Aktiva dan kewajiban tidak lancer ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi (kecuali beban depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata yang berlaku dalam setiap bulan operasi atau berdasarkan rata-rata tertimbang selama keseluruhan periode pelaporan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan berdasarkan kurs histories yang tercatat saaat aktiva tersebut diperoleh.
Namun demikian, metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancer secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi resiko nilai tukar.
4. Metode Moneter-Nonmoneter
Metode Moneter-Non Moneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca unutk menentukan kurs translasi yang tepat. Aktiva dan kewajiban moneter ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos non moneter aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan investor ditranslasikan dengan menggunakan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep kini-non kini.
5. Metode Temporal
Dengan menggunakan metode temporal, tranlasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode ini tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, melainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut tetapi bukan penilaian sesungguhnya. Berdasarkan GAAP AS, kas diukur berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang diperkirakan akan diterima atau akan dibayar pada saat jatuh temponya.
Berdasarkan metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos moneter ditranslasikan dengan kurs yang mempertahankan dasar pengukuran pada awalnya. Secara khusus, aktiva yang nilainya dalam laporan mata uang asing sebesar biaya histories, ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan biaya histories dalam mata uang asing yang ditranslasikan dengan kurs nilai tukar histories menghasilkan biaya histories dalam mata uang domestik.
Keempat metode yang dibahas pada satu waktu pernah digunakan di Amerika Serikat dan dapat ditemukan hingga hari ini di berbagai Negara. Secara umum, metode ini menimbulkan hasil translasi mata uang asing yang cukup berbeda. Ketiga metode yang pertama (metode kurs kini, metode kini-non-kini, dan metode moneter-non-moneter) digunakan dalam mengidentifikasikan aktiva dan kewajiban manakah yang beresiko atau dapat dilindungi dari resiko mata uang asing. Kemudian, metode translasi diterapkan secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan tersebut.
MANA YANG TERBAIK?
Ada 3 pertanyaan penting yang berkaitan dengan pembahasan metode translasi:
1. Apakah menggunakan lebih dari 1 metode translasi diperbolehkan?
2. Jika Ya, metode manakah yang digunakan dan dalam kondisi apakah metode tersebut harus diterapkan?
3. Apakah terdapat situasi di mana translasi sama sekali tidak boleh dilakukan?
Terkait dengan pertanyaan pertama, jelas terlihat bahwa satu metode translasi saja tidak dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan berbeda. Lebih dari satu metode translasi yang diperlukan. Terkait dengan pertanyaan kedua, kami berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima: (1) metode histories, (2) metode kini, dan (3) tidak dilakukan translasi sama sekali. Terkait dengan pertanyaan ketiga, perlu translasi sekali tidak bolehdilakukan jika induk perusahaan dan anak perusahaan berada di dalam satu Negara tertentu karena tidak perlu diperlukan. Hal itu diakibatkan oleh karena kedua perusahaan (baik anak maupun induk berada dalam suatu Negara yang mata uangnya sama).
Namun demikian, jika anak dan induk perusahaan itu terpisah, yang dalam artian berada di dua negara yang berbeda, maka metode translasi harus diterapkan untuk mengimplementasikan proses kurs asing.
KURS KINI YANG TEPAT
Sejauh ini istilah kurs nilai tukar yang digunakan dalam metode translasi mengacu pada histories atau kurs kini. Kurs rata-rata sering digunakan dalam laporan laba rugi untuk pos-pos beban. Beberapa Negara menggunakan kurs nilai tukar yang berbeda untuk transaksi yang berbeda. Dalam situasi ini harus dipilih beberapa kurs nilai tukar yang ada. Beberapa alternative yang disarankan adalah:
1. kurs pembayaran dividen
2. kurs pasar bebas, dan
3. kurs penalty atau preferensi yang dapat digunakan, seperti yang terkait dalam kegiatan ekspor impor.
2.4 PERMASALAHAN
Jika kurs nilai tukar relative stabil, translasi mata uang tidak akan lebih sukar dari proses translasi satuan rinci atau kaki menjadi ekuivalennya dalam unit metrik. Namun demikian, kurs nilai tukar jarang sekali stabil. Mata uang Negara-negara industri maju menemukan nilainya secara bebas dalam pasar mata uang. Nilai tukar yang berfluktuasi sering khusus terjadi di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa Negara di Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan jumlah nilai tukar translasi yang dapat digunakan dalam proses translasi dan menimbulkan keuntungan dan kerugian mata uang asing.
PENGARUH ALTERNATIF KURS TRANSLASI TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
Ketiga nilai tukar berikut ini digunakan ketika melakukan translasi saldo dalam mata uang asing menjadi mata uang domestic. Pertama, kurs ini adalah kurs nilai tukar pada saat tanggal laporan keuangan. Kedua, kurs histories adalah kurs nilai tukar pada saat suatu aktiva dalam mata uang asing pertama kali diperoleh atau ketika suatu kewajiban dalam mata uang asing pertama kali terjadi. Terakhir, kurs rata-rata yaitu rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai tukar histories. Pengaruh penggunaan kurs nilai tukar histories dibandingkan dengan kurs nilai tukar kini terhadap laporan keuangan ketika digunakan sebagai koofisien translasi mata uang asing. Kurs nilai tukar histories umumnya mempertahankan biaya awal ekuivalen dengan suatu pos dalam mata uang asing dalam laporan berdenominasi mata uang domestic.
TRANSAKSI MATA UANG ASING
Ciri utama yang istimewa dari sebuah transaksi mata uang asing adalah penyelesaiannya dipengaruhi dalam suatu mata uang asing. Jadi, transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam suatu mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenominasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur dalam mata uang yang lain.
PERSPEKTIF TRANSAKSI TUNGGAL
Berdasarkan perspektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan suatu peristiwa tunggal.
PERSPEKTIF DUA TRANSAKSI
Berdasarkan perspektif dua transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Penggunaan metode dua transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukkan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan yang terjadi: (1) Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antarperusahaan jangka panjang tertentu dan (2) transaksi tersebut dimaksudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.
TRANSLASI MATA UANG ASING
Metode translasi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis metode yang menggunakan kurs translasi tunggal untuk menyajikan ulang saldo dalam mata uang asing ke dalam nilai ekuivalen dalam mata uang domestic atau metode yang menggunakan berbagai macam kurs.
1. Metode Kurs Tunggal
Metode ini sudah lama popular di Eropa, menerapkan suatu kurs nilai tukar, yaitu kurs terkini dan kurs penutupan, untuk seluruh aktiva dan kewajiban lancer. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat pos-pos tersebut diakui. Namun demikian untuk memudahkan pos-pos ini umumnya ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Laporan keuangan sebuah operasi asing memiliki domisili pelaporannya sendiri, lingkungan mata uang local di mana perusahaan afiliasi asing melakukan usahanya. Suatu aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing dikatakan menghadapi resiko mata uang asing jika ekuivalen dalam mata uang digunakan untuk mentranslasikan aktiva atau kewajiban tersebut.
2. Metode Kurs Berganda
Metode Kurs Berganda menggabungkan kurs nilai tukar histories dan kurs nilai tukar kini dalam proses translasi.
3. Metode Kini-Nonkini
Berdasarkan Metode Kini-Non Kini, aktiva lancar dan kewajiban lancer anak perusahaan luar negeri ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan induk perusahaannya berdasarkan kurs kini. Aktiva dan kewajiban tidak lancer ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi (kecuali beban depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata yang berlaku dalam setiap bulan operasi atau berdasarkan rata-rata tertimbang selama keseluruhan periode pelaporan. Beban depresiasi dan amortisasi ditranslasikan berdasarkan kurs histories yang tercatat saaat aktiva tersebut diperoleh.
Namun demikian, metode ini tidak mempertimbangkan unsur ekonomis. Menggunakan kurs akhir tahun untuk mentranslasikan aktiva lancer secara tidak langsung menunjukkan bahwa kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing sama-sama menghadapi resiko nilai tukar.
4. Metode Moneter-Nonmoneter
Metode Moneter-Non Moneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca unutk menentukan kurs translasi yang tepat. Aktiva dan kewajiban moneter ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos non moneter aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan investor ditranslasikan dengan menggunakan kurs histories. Pos-pos laporan laba rugi ditranslasikan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep kini-non kini.
5. Metode Temporal
Dengan menggunakan metode temporal, tranlasi mata uang merupakan proses konversi pengukuran atau penyajian ulang nilai tertentu. Metode ini tidak mengubah atribut suatu pos yang diukur, melainkan hanya mengubah unit pengukuran. Translasi saldo-saldo dalam mata uang asing menyebabkan pengukuran ulang denominasi pos-pos tersebut tetapi bukan penilaian sesungguhnya. Berdasarkan GAAP AS, kas diukur berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan utang dinyatakan sebesar jumlah yang diperkirakan akan diterima atau akan dibayar pada saat jatuh temponya.
Berdasarkan metode temporal, pos-pos moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan berdasarkan kurs kini. Pos-pos moneter ditranslasikan dengan kurs yang mempertahankan dasar pengukuran pada awalnya. Secara khusus, aktiva yang nilainya dalam laporan mata uang asing sebesar biaya histories, ditranslasikan berdasarkan kurs histories. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan biaya histories dalam mata uang asing yang ditranslasikan dengan kurs nilai tukar histories menghasilkan biaya histories dalam mata uang domestik.
Keempat metode yang dibahas pada satu waktu pernah digunakan di Amerika Serikat dan dapat ditemukan hingga hari ini di berbagai Negara. Secara umum, metode ini menimbulkan hasil translasi mata uang asing yang cukup berbeda. Ketiga metode yang pertama (metode kurs kini, metode kini-non-kini, dan metode moneter-non-moneter) digunakan dalam mengidentifikasikan aktiva dan kewajiban manakah yang beresiko atau dapat dilindungi dari resiko mata uang asing. Kemudian, metode translasi diterapkan secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan tersebut.
MANA YANG TERBAIK?
Ada 3 pertanyaan penting yang berkaitan dengan pembahasan metode translasi:
1. Apakah menggunakan lebih dari 1 metode translasi diperbolehkan?
2. Jika Ya, metode manakah yang digunakan dan dalam kondisi apakah metode tersebut harus diterapkan?
3. Apakah terdapat situasi di mana translasi sama sekali tidak boleh dilakukan?
Terkait dengan pertanyaan pertama, jelas terlihat bahwa satu metode translasi saja tidak dapat memenuhi dengan sama translasi yang dilakukan berdasarkan kondisi yang berbeda dan untuk tujuan berbeda. Lebih dari satu metode translasi yang diperlukan. Terkait dengan pertanyaan kedua, kami berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan translasi yang berbeda yang dapat diterima: (1) metode histories, (2) metode kini, dan (3) tidak dilakukan translasi sama sekali. Terkait dengan pertanyaan ketiga, perlu translasi sekali tidak bolehdilakukan jika induk perusahaan dan anak perusahaan berada di dalam satu Negara tertentu karena tidak perlu diperlukan. Hal itu diakibatkan oleh karena kedua perusahaan (baik anak maupun induk berada dalam suatu Negara yang mata uangnya sama).
Namun demikian, jika anak dan induk perusahaan itu terpisah, yang dalam artian berada di dua negara yang berbeda, maka metode translasi harus diterapkan untuk mengimplementasikan proses kurs asing.
KURS KINI YANG TEPAT
Sejauh ini istilah kurs nilai tukar yang digunakan dalam metode translasi mengacu pada histories atau kurs kini. Kurs rata-rata sering digunakan dalam laporan laba rugi untuk pos-pos beban. Beberapa Negara menggunakan kurs nilai tukar yang berbeda untuk transaksi yang berbeda. Dalam situasi ini harus dipilih beberapa kurs nilai tukar yang ada. Beberapa alternative yang disarankan adalah:
1. kurs pembayaran dividen
2. kurs pasar bebas, dan
3. kurs penalty atau preferensi yang dapat digunakan, seperti yang terkait dalam kegiatan ekspor impor.
Keuntungan dan Kerugian Translasi
Perlakuan-perlakuan akuntansi
menyebabkan penyesuaian-penyesuaian intemasional ini sama beragamnya dengan
prosedur-prosedur translasi yang melatarbelakanginya. Karenanya, solusi-solusi
yang masuk akal atas masalah bagaimana memperlakukan “keuntungan atau kerugian”
translasi ini sangat dibutuhkan.
Pendekatan-pendekatan atas
akuntansi bagi penyesuaian translasi dimulai dari pendekatan deferral
(penundaan) hingga pendekatan yang tidak mengharuskan penundaan sama sekali,
dengan perlakuan-perlakuan hibrida diantara keduanya.
Mayor deferal.Memasukkan
penyesuaian-penyesuaian translasi dalam laba berjalan secara umum umum
ditentang dengan alasan bahwa penyesuaian-penyesuaian tersebut hanyalah produk
dari proses penyajian ulang. Yaitu, perubahan-perubahan dalam valuta domestik
ekivalen dari aktiva bersih perusahaan anak di luar negeri “belum terealisasi”,
tidak memiliki efek atas arus kas valuta lokal yang ditimbulkan oleh entitas di
luar negeri yang mungkin sedang melakukan investasi ulang atau membayar kembali
kepada perusahaan induk. Memasukkan penyesuaian-penyesuaian semacam itu dalam
laba berjalan, dengan demikian, akan menyesatkan. Dalam situasi-situasi ini,
penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari
ekuitas konsolidasi.
Meskipun begitu, pendekatan
deferral, mungkin ditentang dengan alasan bahwa nilai tukar tidak kembali ke
keadaan semula dengan sendirinya. Bahkan jika hal itu terjadi,
penyesuaian-penyesuaiati deferral atau transaksi akan didasari pada prediksi
nilai tukar, upaya yang paling susah dalam praktik. Situasi-situasi bisa timbul
dimana hasil-hasil operasi mengalami salah saji hanya karena kesalahan
peramalan. Bagi beberapa pihak, penundaan kerugian atau keuntungan translasi
menutupi perilaku perubahan nilai tukar; yaitu, perubahan-perubahan kurs
merupakan fakta historis dan pemakai-pemalcai laporan keuanganakan terlayani
dengan baik jika dampak-dampak fluktuasi nilai tukar dicatat ketika
dampak-dampak ini muncul. Menurut FAS No. 8(paragraf 199), “Kurs selalu
berfluktuasi; akuntansi seharusnya tidak memberi kesan bahwa kurs tersebut
stabil”.
Deferral dan Amortisasi.
Beberapa pengamat menyukai penundaan keuntungan dan kerugian translasi dan
mengamortisasikan penyesuaian-penyesuaian ini selama usia item-item neraca yang
bersangkutan. Apresiasi marka terhadap dolar antar tanggal konsolidasi
menghasilkan kerugian translasi. Berdasarkan asumsi bahwa biaya dari aset
termasuk pengorbanan yang diperlukan untuk mengurangi dan menghapus kewajiban
yang terkait, kerugian translasi akan diperlakukan sebagai bagian dari biaya
aset yang bersangkutan dan diamortisasikan menjadi beban selama usia produktif
aset Tersebut.
No deferral. Pilihan ketiga
dalam akuntansi bagi keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui
kerugian atau keuntungan tersebut dalam laporan laba-rugi secepatnya.
Penundaaan macam apapun dianggap semu dan menyesatkan. Selain itu,
kriteria-kriteria penundaan dianggap tidak mungkin diimplementasikan dan secara
internal tidak konsisten. Jadi, pendekatan tradisionalnya adalah mengakui
kerugian dengan segera tetapi hanya mengakui keuntungan sejauh keuntungan
tersebut telah terealisasi. Walaupun bersifat konservatif, penundaan keuntungan
translasi semata-mata dilakukan karena keuntungan “menolak” bahwa perubahan
kurs telah terjadi.
Memasukkan keuntungan dan
kerugian translasi dalam laba berjalan, sayangnya, berarti melibatkan elemen
random dalam laba yang bisa mengakibatkan gejolak laba yang signifikan setiap
kali nilai tukar berubah. Selain itu, memasukkan keuntungan dan kerugian “di
atas kertas” semacam itu ke dalam laba yang dilaporkan bisa menyesatkan pembaca
laporan keuangan, karena penyesuian-penyesuaian ini tidak selalu menyediakan
informasi yang cocok dengan dampak ekonomi yang diharapkan dari perubahan kurs
atas arus kas perusahaan.
TRANSLASI MATA UANG ASING DAN INFLASI
Penggunaan kurs kini untuk
mentranslasikan biaya perolehan aktiva non-moneter yang berlokasi di lingkungan
berinflasi pada akhirnya akan menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang
domestik yang jauh lebih rendah dari pada dasar pengukuran awalnya. Pada saat
yang bersamaan, laba yang ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan
dengan beban depresisasi yang juga lebih rendah. Hasil translasi seperti itu
dengan mudah dapat lebih menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada
pembaca. Penilaian dolar yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba
akutal dari aktiva luar negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio
pengembalian atas investasi yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar
negeri dapat menciptakan harapan yang palsu atas keuntungan masa depan.
FASB menolak penyesuaian
inflasi sebelum proses translasi, karena penyesuaian tersebut tidak konsisten
dengan kerangka dasar penilaian biaya historis yang digunakan dalam laporan
keuangan dasar di AS. Sebagai solusi FAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS
sebagai mata uang fungsional untuk operasi luar negeri yang berdomisili
dilingkungan dengan hiperinflasi. Prosedur ini akan mempertahankan nilai
konstan ekuivalen dolar aktiva dalam mata uang asing, karena aktiva tersebut
akan ditranslasikan menurut kurs historis. Pembebanan kerugian translasi atas
aktiva tetap dalam mata uang asing terhadap ekuitas pemegang saham akan
menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap rasio keuangan. Masalah translasi
mata uang asing tidak dapat dipisahkan dari masalah akuntansi untuk inflasi
asing.
TRANSLASI MATA UANG ASING DI NEGARA LAIN
Kanada
Institut akuntan bersertifikat
di Kanada (CICA), Badan Standar Akuntansi di Inggris dan Badan Standar
Akuntansi International seluruhnya berpartisipasi dalam penyusunan FAS No. 52.
Perbedaan utama antara standar di kanada (CICA 1650) dan FAS No. 52 menyangkut
utang jangka panjang dalam mata uang asing. Di Kanada keuntungan dan kerugian
translasi ditangguhkan dan diamortisasi.
Inggris
Perbedaan utama standar di
Inggris dan di AS berkaitan dengan anak perusahaan yang berdiri sendiri di
Negara-negara yang mengalami hiperinflasi. Laporan keuangan pertama – tama
harus disesuaiakan terhadap tingkat harga kini dan kemudian ditranslasikan
dengan menggunakan kurs kini.
Australia
Australia mengharuskan
penilaian kembali aktiva tidak lancar non moneter untuk anak perusahaan di
negara-negara yang berinflasi tinggi sebelum dilakukan translasi.
Selandia Baru
Pada dasarnya sama dengan
Australia, Selandia Baru juga mengharuskan metode translasi moneter–non moneter
untuk anak perusahaan yang operasinya terintegrasi induk perusahaannya.
Jepang
Pada saat ini Jepang telah
mengubah standarnya dengan mengharuskan metode kurs kini disegala keadaan
dengan penyesuain translasi yang disajikan pada neraca dalam ekuitas pemegang
saham.
Jumlah perusahaan melakukan
pencatatan saham secara internasional dan mengikuti IAS, atau sekarang disebut
IFRS, semakin meningkat dan bursa efek di seluruh dunia berada di bawah tekanan
yang semakin meningkat untuk menggunakan IFRS sebagai pengganti standar
domestik untuk pencatatan saham perusahaan-perusahaan asing. Di AS
perusahan-perusahaan asing diperbolehkan untuk menggunakan standar
internasional (IAS 21) dan bukan standar AS (FAS No.52) dalam masalah translasi
mata uang asing.
Sumber:
bluegulzz.wordpress.com/.../translasi-mata-uang-asing-dan-inflasi-translasi-mata-uang-asing-di-negara-lain/ -
http://edithmarhaeni.blogspot.com/2011/03/perkembangan-akuntansi-translasi-pada.html
Sumber :
http://www.keuanganlsm.com/download/177/psak-10-transaksi-dalam-mata-uang-asing
III
PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI
2.1.1. Klasifikasi Akuntansi Internasional
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan
dalam dua cara,yaitu:
1) Dengan pertimbangan
Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada
pengetahuan, intuisi dan pengalaman.
2) Secara empiris
Klasifikasi secara empiris menggunakan metodestatistic untuk
mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia.
Ada 4 (empat) pendekatan terhadap perkembangan
akuntansi:
1. Berdasarkan pendekatan makro ekonomi,praktek
akuntansi didapat dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makro ekonomi
nasional.
- Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi,akuntansi
bekembang dari prinsip-prinsip mikro ekonomi. Tujuannya terletak pada
perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
- Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi
berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar
perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan.
Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi
distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh
pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian
akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk
menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Klasifikasi yang didasarkan pada penyajian wajar
versus kepatuhan hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak
permasalahan akuntansi, seperti
1. Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan
kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian
wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum)
2. Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap
diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti
sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum),
3. Pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh
karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat
berhenti kerja (kepatuhan hukum).
2.1.2. Perkembangan Akuntansi Internasional
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional.
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional.
Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang
diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap
perubahan
lingkungan bisnis. Ada 8 (delapan) factor yang
mempengaruhi perkembangan
akuntansi internasional:
1.Sumber pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya
1.Sumber pendanaan
2. Sistem Hukum
3. Perpajakan
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
7. Tingkat Pendidikan
8. Budaya
BAB IV
PELAPORAN DAN PENGUNKAPAN
4.1 Perkembangan
Pengungkapan.
Perbedaan nasional
dalam pengungkapan umumnya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan
dan keuangan.Di Amerika Serikat, Inggris dan
negara-negara Anglo Amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan
kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju.
Di pasar-pasar tersebut, kepemilikan cenderung tersebar luas di antara banyak
pemegang saham dan perlindungan terhadap investor sangat ditekankan. Investor
institusional memainkan peranan yang semakin penting di negara-negara ini,
menuntut pengembalian keuangan dan nilai pemegang saham yang meningkat.
Di negara-negara lainnya (seperti
Prancis, Jerman, Jepang, dan berbagai negara dengan pasar yang baru muncul),
pemegang saham tetap terkonsentrasi dan bank secara
tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan. Pengungkapan publik
kurang berkembang dalam semua pasar ini dan perbedaan yang besar dalam bobot
informasi yang diberikan dengan besar pemegang saham dan kreditor yang
berhubungan dengan publik mungkin diizinkan.
4.1.1 Konsep – konsep pengungkapan
Konsep – konsep pengungkapan meliputi:
a. Pengungkapan cukup adalah pengungkapan yang di wajibkan oleh standar
akuntansi yangberlaku.
b. Pengungkapan wajar merupakan konsep yang bersifat lebih positif,
pengungkapan yang wajar merupakan tujuan etis agar dapat memberikan perlakuan
yang sama dan bersifat umum bagi semua pemakai laporan keuangan.
c. Pengungkapan Sukarela yaitu dalam hal ini Beberapa studi
menunjukkan bahwa manajer memiliki dorongan untuk mengungkapkan informasi
mengenai kinerja perusahaan saat ini dan saat mendatang secara sukarela. Dalam
laporan terakhir, Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) menjelaskan sebuah
proyek FASB mengenai pelaporan bisnis yang mendukung pandangan bahwa perusahaan
akan mendapatkan manfaat pasar modal dengan meningkatkan pengungkapan
sukarelanya. Laporan ini berisi tentang bagaimana perusahaan dapat
menggambarkan dan menjelaskan potensi investasinya kepada para investor.Sejumlah
aturan, seperti aturan akuntansi dan pengungkapan, dan pengesahan oleh pihak
ketiga (seperti auditing) dapat memperbaiki berfungsinya pasar. Aturan
akuntansi mencoba mengurangi kemampuan manjer dalam mencatat
transaksi-transaksi ekonomi dengan carayang tidak mewakili kepentingan terbaik
pemegang saham. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk
memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu,
lengkap dan akurat.Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut
biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga
yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas
saham dan biaya modal yang lebih rendah.
4.1.2 Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan
Untuk melindungi investor, sebagaian
besar bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pengungkapan pada
perusahaan domestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Bursa
saham dan pengaturan pemerintah secara membutuhkan perusahaan asing yang
terdaftar untuk melengkapi semua informasi keuangan dan non-keuangan yang
hampir sama seperti yang dibutuhkan untuk perusahaan domestik.
Bursa saham dan pengaturan pemerintah secara umum membutuhkan perusahaan
asing yang terdaftar untuk melengkapi semua informasi keuangan dan non-keuangan
yang hampir sama seperti yang dibutuhkan untuk perusahaan domestik. Perusahaan
asing yang terdaftar secara umum memiliki fleksibilitas yang berhubungan dengan
prinsip akuntansi yang mereka gunakan dan untuk sejumlah pengungkapan. Di
kebanyakan negara, perusahaan asing yang terdaftar harus menyimpan dengan
informasi bursa saham yang dibuat publik, mendistribusikan kepada pemegang
saham, atau dicatat dengan pengaturan di pasar domestik.
Proteksi pemegang saham bermacam-macam diseluruh negara. Negara Anglo
Amerika seperti Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat memberikan investor
proteksi ekstensif dan ketat. Sebaliknya, proteksi pemegang saham kurang
memberikan tekanan di bagian lain dunia.
Frost dan Lang membahas dua objek investor berorientasi pasar:
pelindungan investor dan kualitas pasar.
a) Proteksi Investor yaitu dalam hal ini Investor
dijamin dengan informasi dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan
pengawasan peraturan pasar. Kecurangan mencegah adanya penawaran publik,
perdangan, pemilihan, dan sekuritas penawaran. Informasi keuangan dan non
keuangan yang bisa dibandingkan telah ditemukan sehingga investor bisa
membandingkan perusahaan area industri dan negara.
b) Kualitas Pasar yaitu dalam hal Pasar adalah adil,
tersusun, efesien, dan bebas dari penyalahgunaan dan perbuatan jahat. Keadilan
pasar dipromosikan dengan akses informasi yang wajar dan kesempatan berdagang.
Efesien pasar berkembang dengan meningkatkan likuiditas dan mengurangi biaya tansaksi.
Kualitas pasar ditandai dengan kepercayaan investor dan mereka memfasilitasi
pembentukan modal.
Fost dan lang juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi
pasar yang harus dijalankan.
a) Keefektifan biaya yaitu dalam hal ini Regulasi biaya
pasar sebaiknya dibandingkan dengan keuntungan sekuritasnya.
b) Fleksibilitas dan kebebasab pasar yaitu dalam hal ini
Regulasi tidak seharusnya menghalangi kompetisi dan evolusi pasar.
c) Laporan keuangan transparan dan pngungkapan
menyuluruh
d) Perlakuan setara perusahaan domestik dan asing
Seperti Frost dan Lang catat, proteksi investor mewajibkan bahwa investor
menerima informasi secara berkala dan diproteksi dengan pengawasan dan
pelaksanaan. Pengungkapan harus memadai supaya investor membandingkan
perusahaan area industri dan negara. Lebih jauh lagi, pengungkapan yang
menyeluruh dan dapat dipercaya akan meningkatkan kepercayaan investor, di mana
meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi, akan meningkatkan kualitas
pasar secara keseluruhan.
4.1.3 Pembahasan Laporan Keuangan SEC Amerika Serikat
SEC secara umum mewajibkan pendaftaran asing untuk melengkapi informasi
keuangan yang pada hakikatnya sama dengan yangdibutuhkan perusahaan domestik.
akan tetapi, laporan keuangan pendaftaran tidak harus disiapkan menurut GAAP
Amerika Serikat jika mereka disajikan sesuai dengan prinsip lemabaga akuntansi
secara menyeluruh dan dilengkapi dengan rekonsiliasi kuantitatif dengan
pendapatan bersih GAAP Amerika Serikat, ekuitas pemegang saham, dan pendpatan
per saham, jika secar material berbeda. Beberapa pengamat menyatakan bawha
syarat laporan keuangan SEC bagi perusahaan asing menghalangi mereka dari
pembuatan sekuritas mereka yang ada di Amerika serikat.
4.2 Praktik Pelaporan dan
Pengungkapan
Praktik pengungkapan laporan tahunan memperlihatkan respons manajer
terhadap kebutuhan pengaturan pengungkapan dan insentif mereka untuk
menyediakan informasi laporan keuangan pengguna secara sukarela. Di belahan
dunia, pengungkapan bermakna kecil dan pengawasan serta pelaksanaan sukarl\ela,
karena manajer perusahaan tidak akan patuh dengan peraturan pengungkapan jika
kepatuhan lebih menguras biaya daripada biaya non-kepatuhan yang diharapkan.
Pada bagian ini akan meliputi tentang:
Pengungkapan Informasi Progresif
Pengungkapan informasi adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam
kesetaraan pasar dunia. EU’s Fourth Directivemenyatakan bahwa laporan tahunan
seharusnya menyertakan sebuah indikasi pengembangan perusahaan di masa
depan.Dalam hal ini, istilah informasi progresifmeliputi:
a) perkiraan pendapatan, laba (rugi), arus kas,
pengeluaran modal, dan hal-hal keuangan lainnya;
b) tujian informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi di
masa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode
fiskal dan proyeksi jumlah;
c) laporan dan program dan sasaran manajemen untuk
usaha masa depan.
Ketiga kategori informasi progresif ini menjadi lebih umum sebagaimana
kita berangkat dari (a) perkiraan, (b) informasi potensial (c) sasaran dan
tujuan. Tujuan utama investor dan analisis tersebut adalah menilai pendapatan
dan arus kas di masa depan, sangatlah masuk akal untuk menyakan apakah
perusahaan menyediakan perkiraan informasi internal mereka sendiri seperti itu.
Praktiknya tidaklah sangat biasa, khususnya perkiraan tepat, dan terarah.
Alasannya adalah perkiraan bisa menjadi tidak bisa diandalkan karena mereka
menggabungkan subjek-subjek yang memperkirakan peristiwa di masa depan yang
belum pasti. Di Amerika serikat, perkara hukum yang potensial adalah alat utama
menyediakan perkiraan keuangan. Akan tetapi, seperti yang bisa ditebak, format
yang lebih samar dari informasi progresif lebih umum ada. Sebuah penelitian
pada dua ratus perusahaan besar di prancis, jerman, jepang, inggris Raya, dan
Amerika menemukan bahwa sebagian besar dari mereka mengungkap informasi sasaran
dan tujuan manajemen.
4.2.1 Pengungkapan Segmen
Investor dan analisis menuntut informasi hasil perusahaan industri dan
segmen geografi usaha dan keuangan signifikan dan berkembang. Sebagai contoh,
analis keuangan di Amerika Serikat secara konsisten meminta data laporan
keuangan yang tidak banyak dipisahkan daripada yang ada sekarang. International
Financial Reporting Standars (IFRS) mencakup laporan keuangansegmen
yang sangat lengkap, seperti halnya standar akuntansi di berbagai negara.
Pengungkapan segmen lebih membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami
bagaimana bagian-bagian perusahaan menata semuanya. Setelah itu, alur produk
dan wilayah di dunia memiliki resiko yang beragam, pengembalian, dan kesempatan
pemisahan jalur usaha dan area geografis harus membuat penilaian yang lebih
terpapar tentang keseluruhan perusahaan.
4.2.2 Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial
Dengan terus meningkat perusahaan dituntut untuk memberikan jawaban
secara luas mengenai “pemegang saham” pegawai, pelanggan, penyedian,
pemerintah, kelompok aktivitas, dan masyarakat umum yang sangat berpengaruh
daripada kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai ekonomi. Laporan
pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi
tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial dan
lingkungan. Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung
pada pemegang saham dalam laporan tahunan kinerja terhadap lingkungan dan
sosial mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka berikan kepada
pemegang saham. Lebih penting lagi, seperti yang di umpamakan “apa yang bisa
diukur, maka bisa diatur” laporan pertanggungjawabaan sosial adalah sebuah cara
untuk menunjukkan sebagai perusahaan penduduk. “ketahanan” melaporkan bahwa
kesatuan ekonomi, sosial, kinerja lingkungan, ditunjukkan sebagai “tiga dasar
pelapor”. Pelaporan pertanggungjawaban sosial mengupas masalahnya sendiri. Di
samping itu, pelaporan pertanggungjawaban sosial menjadi model di antara semua
perusahaan besar multinasional.
4.2.3 Pengungkapan Khusus Bagi Pengguna Laporan Keuangan Non-domestik Dan
Prinsip Akuntansi Yang Diguanakan
Laporan tahunan bisa meliputi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi
pengguna laporan keuangan non-domestik. Pengungkapan tersebut meliputi :
a) laporan ulang yang mudah tentang informasi keuangan
ke dalam mata uang asing;
b) pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi lainnya;
c) posisi dan laporan keuangan utama dan beberapa
ketetapan standar akuntansi yang kedua;
d) sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan
dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.
Di negara dimana bahasa inggris adalah bukan bahasa utama, banyak
perusahaan yang menerjemahkan seluruh laporan keuangan mereka ke dalam bahasa
inggris daripada bahasa negaranya. Juga, beberapa perusahaan mempersiapkan
laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi lebih bisa diterima
daripada standar domestik (utamanya IFRS atau GAAP AS), atau yang sesuai dengan
standar domestik dan sesuai dengan ketetapan prinsip akuntansi yang kedua.
4.2.4 Pengungkapan Pengelolah Perusahaan
Pengelolah perusahaan berhubungan denga sarana internal di mana
perusahaan dijalankan atau dikendalikan tanggungjawab, akuntabilitas, hubungan
di antara pemegang saham, anggota direksi, dan manajer yang disusun supaya
mencapai sasaran perusahaan. Dengan kata lain, pengelolaan perusahaan adalah
sistem di mana perusahaan diarahkan dan dikendalikan. Di antara pengelolaan
perusahaan adalah hak dan perlakuan pemegang saham, pertanggungjawaban direksi,
pengungkapan dan transparansi, dan peran pemegang saham.
Dallas memberikan sebuah rancangan kerja untuk memahami dan menilai
pengelolaan perusahaan di sebuah negara. Empat komponen dari rancangan kerjanya
adalah :
a) Infrastruktur pasarmencakup pola kepemilikan,
keleluasaan di mana perusahaan terdaftar di masyarakat, hak kepemilikan, dan
pasar untuk pengendalian perusahaan.
b) Lingkuan hukummeliputi sistem hukum dan hak pemegang saham
dengan jelas diterangkan dan konsisten dan dikuatkan secara efektif.
c) Lingkungan peraturanhampir mendekati lingkungan
hukum. Agen pengaturan bertanggung jawab atas pengaturan pasar supaya
sesuai dengan hukum yang ada. Mereka memastikan aturan dan efisiensi pasar dan
memperkuat ketentuan pengungkapan publik
d) Infrasturktur informasibersinggungandengan standar
akuntansi yang digunakan dan apakah hasil laporan keuangan akurat, lengkap, dan
tepat waktu. Ini juga mencajup struktur profesi auditing dan standar
profesional untuk praktik auditing dan standar profesional untuk praktik
auditing dan kemandirian. Pengungkapan sesuai jadwal bisa diandalkan, informasi
yang tersedian untuk publik membuat pemegang saham mampu menilai keefektifan
pengelolah peusahaan dan jalan usahanya dan performa keuangannya.
Amerika Seikat, Inggris, dan Australia adalah negara maju yang
membutuhkan daftar perusahaan untuk membuat pengungkapan pengelolaan perusahaan
dalam laporan tahunan mereka. Eropa sekarang ini telah mengubah Fourth dan
Seven Directivesupaya mewajibkan perusahaan dagang Eropa Go publicuntuk
memberikan laporan pengelolaan perusahaan. Organization for Economic
Cooperation and Development (OECD) mengeluarkan prinsip
pengelolaanperusahaanyang tela direvisi tahun 2004, memaparkan enam prinsip
dasar pengelolaan perusahaan. Pengungkapan dan transparansi dikupas pada prinsip
kelima.Prinsip kelima OECD dalam pengungkapan dan transparansi pengelolaan
perusahaan yaitu Kerangka kerja pengelolaan perusahaan harus memastikan
bahwa pengungkapan akurat dan tepat waktu dibuat untuk semua permasalahan
menyangkut perusahaan, termasuk kondisi keuangan, performa, kepemilikan, dan
pengelolaan perusahaan.
a) Pengungkapan harus mencakup, tetapi tidak terbatas
pada meteri informasi:
1) Hasil keuangan dan usaha perusahaan.
2) Sasaran perusahaan.
3) Kepemilikan saham mayoritas dan hak voting.
4) Kebijakan pembayaran gaji bagi anggota direksi dan
eksekutif utama dan informasi mengenai anggota direksi, termasuk kelayakan
mereka, proses pemilihan, kepemimpinan di perusahaan lainnya, dan apakan mereka
dianggap independen oleh direksi.
5) Tramsaksi dan pihak terkait.
6) Faktor risiko terduga.
7) Isu-isu menyangkut pegawai dan pemegang saham lainnya.
8) Struktur dan kebijakan pemerintah, khususnya, isi dari
hukum kebijakan perusahaan dan proses dimana hal ini diterapkan.
b) Informasi harus disiapkan dan diungkapkan sesuai dengan
standar kualitas tinggi akuntansi dan keuangan dan pengungkapan non-finansial.
c) Audit tahunan harus dilaksanakan oleh pihak
independen, kompeten, dan auditor bermutu dalam rangka untuk memberikan sebuah
sasaran eksternal dan asuransi untuk direksi dan pemegang saham di mana laporan
keuangan memperlihatkan kedudukan dan performa keuangan dengan wajar dari
peruhaan dalam semua aspek.
d) Auditor dari pihak luar sebaiknya bisa bertanggung jawab
kepada pemegang saham dan perkewajiban perusahaan untuk bertindak sebagai
profesional dalam melakukan audit.
e) Saluran untuk menyebarkan informasi harus seimbang,
tepat waktu, dan dapat diakses oleh pengguna dengan biaya efisien.
f) Rancangan kerja pengelolaan perusahaan harus
dilengkapi dengan sebuah pendekatan efektif yang mengarah dan mengangkat
ketentuan analisis atau nasihat dari analis, broker,agen rating, dan
lainnya, yang sesuai dengan keputusan investor, bebas dari permasalahan bunga
yang mungkin membahayakan integritas analisis atau nasihat mereka.
4.2.5 Pengungkapan dan Laporan Bisnis di Internet
World Wibe Webterus digunakan sebagai sebuah ruangan penyebaran
informasi, dengan media cetak yang selalu mendapat peran kedua. Penyebaran
informasi secara elektronik sering kali murah meriah dibandingkan dengan media
cetak dan menawarkan komunikasi instan. Web juga bisa digunakan untuk
meyebarkan informasi interaktif yang tidak serupa dengan media cetak. Keamanan
berdagang menggunakan internet telah meningkatkan permintaan untuk bisnis dan
pelaporan keuangan melalui Web. Investor sering menggunakan Web untuk berdagang
dan mengambil keputusan investasi modal, dan menggunakan Web sebagai sebuah
sarana informasi penting.
Bursa saham, pengatur, dan perusahaan publik terus menggunakan inernet
untuk memberikan pengguna laporan keuangan dengan akses cepat untuk informasi
perusahaan. Contoh, berita pertukaran saham sekarang lebih banyak menggunakan
jasa elektronik untuk memberikan akses cepat bagi semua pengumuman dari
perusahaan yang terdaftar. Semua layanan ini memberikan keuntungan penting bagi
perusahaan dan investor yang terdaftar: semua pengumuman perusahaan yang
terdaftar, tidak hanya untuk semua yang dianggap “berita berharga” oleh pers
keuangan, diluncurkan kepada masyarakat dalam satu situs.
Semua pengungkapan dan pelaporan ini dipilih karena atas dasar
kepentingan pengguna laporan keuangan.
4.3. Pengungkapan Laporan Tahunan Di
Negara-Negara Pasar Berkembang
Pengungkapan laporan tahunan perusahaan di negara-negara pasar berkembang
secara umum kurang ekstensif dan kurang kredibel dibandingkan dengan pelaporan
perusahaan di negara-negara maju. Sebagai contoh, pengungkapan yang tidak cukup
dan yang menyesatkan dan perlindungan konsumen yang terabaikan disebut-sebut
sebagai penyebab krisis keuangan Asia Timur di tahun 1997.
Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang
tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di
negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak
internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaan
dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik
yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih
maju.
Akan tetapi, investor menuntut informasi tentang perusahaan yang bias
dipercaya dan tepat waktu di negara berkembang dengan pasar yang baru muncul.
Regulator telah merespons tuntutan ini dengan membuat ketentuan
pengungkapan yang lebih kuat, dengan meningkatkan pengawasan dan usaha
pelaksanaan mereka.
Bukti empiris praktik pengungkapan di
negara-negara dengan pasar yang baru muncul masih terbatas sampai sekarang.
Akan tetapi, seperti halnya dengan semua pasar modal negara ini dan perusahaan
yang terdaftar ingin meningkatkan kehadiran mereka, peneliti mengembangkan
bukti-bukti yang lebih banyak untuk semua kegiatan ini dan bagaimana mereka
berbeda dari semua negara berkembang.
5.4 Implikasi
Bagi Para Pengguna Laporan Keuangan Dan Para Manajer
Para manajer dari banyak perusahaan
terus-menerus sangat dipengaruhi oleh biaya pengungkapan informasi yang
bersifat wajib, tingkat pengungkapan wajib maupun sukarela semakin meningkat di
seluruh dunia. Manajer di negara-negara yang secara tradisional memiliki
pengungkapan rendah harus mempertimbangkan apakah menerapkan kebijakan
peningkatan pengungkapan dapat memberikan manfaat dalam jumlah yang signifikan
bagi perusahaan mereka. Lagipula, para manajer yang memutuskan untuk memberikan
pengungkapan yang lebih banyak dalam bidang-bidang yang dipandang penting oleh
para investor dan analis keuangan, seperti pengungkapan segmen dan
rekonsiliasi, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dari perusahaan lain yang
memiliki kebijakan pengungkapan yang ketat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar